Jenis Pakan Kenari Sesuai Habitat Aslinya - Tunggak Semi

Jenis Pakan Kenari Sesuai Habitat Aslinya

Di Pulau Lombok Jewawut (Panicum sp) disebut dengan Batem atau Jawe. Banyaknya karakter  terlihat pada bijinya yang terdiri dari berbagai warna, dari mulai warna hitam, cokelat tua, kream, cokelat muda, putih, dan merah cokelat.
Kandungan yang terdapat dimillet tidaklah kalah dari beras seperti karbohidrat
Banyaknya bentuk bisa tampak pada beberapa variasi berat, dari yang beratnya antara 11,6 sampai 18,9 g juga banyaknya jumlah rachis dari mulai 106 sampai dengan 148 cabang. 
Banyaknya berat 1000 bulir biji mulai dari yang 7,4 g sampai 13,6 g. Jenis jewawut yang masih dipertahankan para petani masih tergolong dalam ekor kucing atau foxtail. Malai yang bentuknya seperti ekor kucing itu memiliki panjang 24 cm sampai dengan 32 cm.
Penggunaan jewawut untuk makanan dengan cara yang tradisional yaitu seperti bajet betem, bubur betem, dan dodol betem.
Makanan utama burung parkit adalah biji-bijian ini. Jenis pakan ini harganya juga berbeda di tiap-tiap tempat. Harga jewawut halus saat ini adalah Rp. 9.000 per kilogram.
Tanaman Jewawut atau millet (Panicum sp) termasuk ke dalam serealia ekonomi keempat sesudah padi, gandum dan jagung. Meskipun masih diimpor dari luar negeri, untuk membeli biji millet kita bisa membelinya di kios ataupun di pasar-pasar burung.
Kandungan yang terdapat dimillet tidaklah kalah dari beras seperti karbohidrat dan juga protein. Tepung millet juga lebih unggul dibandingkan dengan kandungan mineral kalsium dari jagung. Di Indonesia sendiri, millet tidak dikenal untuk makanan manusia, akan tetapi millet sangat dikenal untuk makanan burung, seperti burung tekukur, parkit, puter, ataupun burung yang makanannya biji-bijian contohnya parkit.
Jewawut adalah pakan burung yang lebih dikenal oleh masyarakat kususnya  di daerah sekiat kita. Di Indonesia sendiri, jewawut terbiasa dikembangkan untuk makanan burung selain murah kaulitas pakan tak kalah dengan pakan jenis buatan pabrik. Di dataran China, pembudidayaan jewawut telah dilakukan sejak 6.000 tahun SM, untuk bahan makan manusia.
Seiring makin banyaknya penangkaran burung lokal ataupun burung impor demi kesenangan dan juga adu suara, kebutuhan millet meningkat dari tahun ke tahun. 
Munculnya penangkaran burung peliharaan kebutuhan millet pun bertambah mencapai 1.000 ton/bulan. Pada saat ini, terbentuklah Asosiasi Petani Milet Indonesia. Di sana menjadi tempat para petani untuk bertukaran informasi bagaimana cara pemeliharaannya ataupun penjualannya.

0 Response to "Jenis Pakan Kenari Sesuai Habitat Aslinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel