Adakah Bisnis Modern Yang Berbasis Syariah - Tunggak Semi

Adakah Bisnis Modern Yang Berbasis Syariah


Definisi bisnis menurut islam adalah suatu ladang untuk mencari rezeki dengan cara membuka usaha dengan tujuan untuk mencari keuntungan yang halal. Sedangkan etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Dua kata tersebut sangat berkaitan, terutama pada jaman modern seperti saat ini. Pertanyaaannya, apa kaitannya? Ya, memang berkaitan, bahkan sangat berkaitan. Karena dengan etika, diharapkan akan membantu manajer untuk melihat secara lebih jelas cara mereka menyelesaikan ketidakpastian etis yang mereka hadapi dalam kehidupan bisnis dengan sesuatu yang benar dan baik sesuai syariat islam. Artinya harus selalu mempertimbangkan apa yang boleh dan apa yang tidak diperbolehkan dalam berbisnis. Banyak hal yang dilarang dalam suatu bisnis, namun disini saya hanya akan menyebutkan beberapa, diantaranya:
Dilarang menimbun
Menimbun atau istilahnya ikhtikar adalah menyimpan bahan baku dengan ukuran yang berlebihan dengan sifat tamak tanpa memikirkan orang banyak.
Dilarang memonopoli


Monopoli adalah menguasai pengadaan barang dagangan, sehingga harga dapat dikendalikan.
Dilarang menjual belikan sesuatu yang haram
Sesuatu yang diperjual belikan haruslah barang yang halal, baik zat maupun sifatnya.
Barang tidak boleh mengandung unsur gharar.
Yaitu barang yang diperjual belikan tidak diketahui dengan baik sehingga dapat memungkinkan mengandung unsur penipuan.
Larangan-larangan tersebut wajib dihindari supaya bisnis yang kita jalankan mengandung barokah dan bernilai ibadah sehingga tidak merugikan diri kita sendiri juga tidak merugikan orang lain.
Untuk pembahasan kali ini yaitu mengenai bagaimana etika bisnis dalam dunia modern. Dunia yang saat ini kita jalani yang mana terdapat banyak perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Perubahan tersebut berdampak terhadap semangat – semangat untuk menciptakan bisnis yang bermutu tinggi. Ya, dalam dunia modern ini masyarakat cenderung memilih untuk berbisnis daripada bekerja, karena sudah didukung oleh tekhnologi – tekhnologi yang canggih dan beragam. Namun selain itu, Rosul kita Nabi Muhammad SAW sejak dulu memang menganjurkan kita untuk berwirausaha atau berbisnis. Sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits berikut:
Dari Ashim bin Ubaidillah, dari Salim, dari Bapaknya, dia berkata, Rasulullah SAW telah bersabda “Sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang berkarya/bekerja keras. Dan didalam riwayat Ibnu Abdan, pemuda yang berkarya dan bekerja keras” (H.R. Baihaqi)
Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib RA: Nabi SAW bersabda, “Tidak ada makanan yang lebih baik dari seseorang kecuali makanan yang ia peroleh dari uang hasil keringatnya sendiri. Nabi Allah, Daud AS. Makan dari hasil keringatnya sendiri.” (H.R. Al Bukhori)
Dalam dunia modern, supaya kita dapat melaksanakan kesimbangan hidup perlu dibangun motivasi – motivasi dalam diri kita sendiri untuk membangun kita agar bisa lebih baik kedepannya dan hidup kita lebih bermanfaat. Motivasi yang perlu dilakukan sebelum mebangun sebuah usaha atau bisnis yaitu niat yang baik, membulatkan tekad, selalu berfikir positif, belajar dari pengalaman, bekerja sebagai ibadah dan terakhir jangan lupa bersyukur.
Contoh bisnis yang sedang marak  saat ini yaitu bisnis online atau istilah lainnya E-commerce (Electronic Commerce). Masyarakat saat ini sangat tertarik dengan bisnis ini, karena aksesnya mudah yaitu dengan memanfaatkan tekhnologi, hanya bermodalkan internet dan beberapa uang. Selain itu bisnis ini juga diminati oleh para konsumen karena tidak perlu keluar rumah mencari kesana kemari pindah dari toko satu ke toko lainnya sehingga menghabiskan waktu dan membuat lelah, cukup dengan sentuhan jari bisa mendapatkan apa yang ia cari.
Namun, tidak sedikit orang yang memanfaatkan keadaan ini. Para pebisnis online yang tidak mementingkan etika melanggar hal – hal yang dilarang dalam Islam. Mencari keuntungan dengan cara menipu para konsumen. Contohnya pebisnis menawarkan barang di sosial media, setelah dibeli dan dibayar dengan cara mentransfer uang, ternyata barang tidak diantarkan kepada konsumen. Kemudian contoh yang lain, pebisnis menawarkan barang dengan mengatakan bahwa barang tersebut kualitasnya bagus dan tidak ada cacat sedikitpun, namun setelah diterima oleh konsumen tarnyata barang tersebut adalah barang rongsokan yang dimodifikasi semaksimal mungkin supaya terlihat bagus. Dengan begitu pebisnis online tersebut mendapatkan hasil yang banyak namun dengan cara yang salah. Dan sudah jelas berdosa karena menyimpang dari ajaran Islam. Naudzubillah.
Sebenarnya meski tidak dengan cara menipu kita bisa mendapatkan keuntungan yang murni. Karena Allah telah mengatur rezeki kita sedemikian rupa. Yang terpenting kita tetap berusaha dan berdoa serta istiqomah dalam berbisnis. Jika kita melanggar aturan-Nya, maka resiko akan kita tanggung sendiri, baik di dunia maupun akhirat. Maka dari itu etika sangat diperlukan dalam suatu bisnis entah dalam bisnis online ataupun yang lainnya. Tidak perlu berlomba-lomba mengejar harta dengan menghalalkan segala cara. Semua yang ada di dunia ini merupakan ciptaan Allah termasuk harta. Oleh karenanya hartapun sebenarnya juga milik Allah. Manusia hanya memanfaatkan dan mengelolanya sesuai dengan ketentuan syariah. Seorang wirausaha yang berbasis syariah yakin betul dengan ketentuan tersebut, dan ia dipandu oleh iman untuk mencari dan mengelola harta, serta memanfaatkannya sesuai ketentuan syariah. Maka dari itu jadilah ekonom muda yang cerdas dengan bertransaksi adil serta meninggalkan tipu daya. Sehingga akan tertanam dalam diri kita sebagai ekonom Rabbani yaitu ekonom yang senantiasa berada di jalan Allah SWT.

0 Response to "Adakah Bisnis Modern Yang Berbasis Syariah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel